John
Blayne, pemuda Amerika bertekad untuk membeli dan memindahkan kastil
itu batu demi batu ke Connecticut . Tetapi, walaupun jatuh miskin,
Sir Richard Sedgeley dan Lady Mary – bangsawan pemiliknya – segan
menjualnya. Kastil itu merupakan obsesi mereka. Lady Mary percaya
bahwa kastil itu dihuni roh-roh para nenek moyang mereka yang akan
menolong menyelamatkan kastil itu dari kehancuran. Sir Richard
dihantui kesalahan yang dirahasiakannya, yang akhirnya membuatnya
mengalami peristiwa tragis dari abad pertengahan. Kate-lah yang
akhirnya mencoba mendamaikan keluarga Sedgeley dan Blayne, masa lalu
dan masa kini. Gadis misterius dan memesona ini ternyata lebih dari
sekedar pelayan!
Dua
kakak beradik, dua istri, dua dunia...
Tom
dan Pierce Delaney sama-sama ikut berperang dalam Perang Saudara –
Tom memihak Utara, Pierce berdiri di pihak Selatan. Kini perang telah
berakhir dan mereka pulang ke rumah. Pierce kembali ke Malvern, ke
perkebunan keluarganya yang luas dan kepada Lucinda, wanita berambut
purang cantik rupawan yang kecintaannya pada tanah Selatan melebihi
cintanya padanya. Tom, yang hatinya hancur karena bertahun-tahun
ditahan di Kamp Penjara Konfiderat, mendambakan kehidupan Malvern
pula. Tetapi, apakah Lucinda mau menerima adik iparnya yang telah
mengawini seorang budak?
Ling
Tan seorang petani tidak kaya tidak pula miskin. Puas dengan
kehidupannya.
Lalu
suatu hari muncul pesawat-pesawat terbang di atas tanahnya
menjatuhkan benda-benda putih perak yang mengahncurkan segalanya.
Setelah itu dimulailah hari- hari berat di bawah penindasan musuh
dari timur. Seluruh bangsa bergerak. Dimana-mana terjadi arus
pengungsian. Namun Ling Tan mencintai tanahnya. Ia lahir dan hidup
dari tanah itu, dan bertekad untuk tetap bertahan, meski harus
mengorbankan nyawa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar