Minggu, 07 September 2014

Novel Pearl S. Buck



John Blayne, pemuda Amerika bertekad untuk membeli dan memindahkan kastil itu batu demi batu ke Connecticut . Tetapi, walaupun jatuh miskin, Sir Richard Sedgeley dan Lady Mary – bangsawan pemiliknya – segan menjualnya. Kastil itu merupakan obsesi mereka. Lady Mary percaya bahwa kastil itu dihuni roh-roh para nenek moyang mereka yang akan menolong menyelamatkan kastil itu dari kehancuran. Sir Richard dihantui kesalahan yang dirahasiakannya, yang akhirnya membuatnya mengalami peristiwa tragis dari abad pertengahan. Kate-lah yang akhirnya mencoba mendamaikan keluarga Sedgeley dan Blayne, masa lalu dan masa kini. Gadis misterius dan memesona ini ternyata lebih dari sekedar pelayan!





Dua kakak beradik, dua istri, dua dunia...


Tom dan Pierce Delaney sama-sama ikut berperang dalam Perang Saudara – Tom memihak Utara, Pierce berdiri di pihak Selatan. Kini perang telah berakhir dan mereka pulang ke rumah. Pierce kembali ke Malvern, ke perkebunan keluarganya yang luas dan kepada Lucinda, wanita berambut purang cantik rupawan yang kecintaannya pada tanah Selatan melebihi cintanya padanya. Tom, yang hatinya hancur karena bertahun-tahun ditahan di Kamp Penjara Konfiderat, mendambakan kehidupan Malvern pula. Tetapi, apakah Lucinda mau menerima adik iparnya yang telah mengawini seorang budak?


Ling Tan seorang petani tidak kaya tidak pula miskin. Puas dengan kehidupannya.
Lalu suatu hari muncul pesawat-pesawat terbang di atas tanahnya menjatuhkan benda-benda putih perak yang mengahncurkan segalanya. Setelah itu dimulailah hari- hari berat di bawah penindasan musuh dari timur. Seluruh bangsa bergerak. Dimana-mana terjadi arus pengungsian. Namun Ling Tan mencintai tanahnya. Ia lahir dan hidup dari tanah itu, dan bertekad untuk tetap bertahan, meski harus mengorbankan nyawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar